KEHAMILAN SEROTINUS PDF

Latar Belakang Angka kematian ibu dan angka kematian bayi merupakan indikator yang paling penting untuk melakukan penilaian kemampuan suatu negara untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan, khususnya dalam bidang obstetri. Ini berarti seorang ibu meninggal hampir setiap menit karena komplikasi kehamilan dan persalinannya. Adapun penyebab kematian perinatal adalah kelainan kongenital, prematuritas, trauma persalinan, infeksi, gawat janin dan asfiksia neonatorum. Terjadinya gawat janin di sebabkan oleh induksi persalinan, infeksi pada ibu, perdarahan, insufisiensi plasenta, prolapsus tali pusat, kehamilan dan persalinan preterm dan postterm. Persalinan postterm menunjukkan bahwa kehamilan telah melampaui waktu perkiraan persalinan menurut hari pertama menstruasinya. Ballantyne seperti dikutip Manuaba, seorang bidan Scotlandia, untuk pertama kali menyatakan bahwa janin yang terlalu lama dalam kandungan dapat membahayakan dirinya dan ibunya saat persalinan berlangsung.

Author:Vijin Meztinos
Country:Norway
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):22 February 2015
Pages:448
PDF File Size:2.39 Mb
ePub File Size:4.56 Mb
ISBN:496-3-59010-642-3
Downloads:86924
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mezicage



Latar Belakang Angka kematian ibu dan angka kematian bayi merupakan indikator yang paling penting untuk melakukan penilaian kemampuan suatu negara untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan, khususnya dalam bidang obstetri. Ini berarti seorang ibu meninggal hampir setiap menit karena komplikasi kehamilan dan persalinannya.

Adapun penyebab kematian perinatal adalah kelainan kongenital, prematuritas, trauma persalinan, infeksi, gawat janin dan asfiksia neonatorum. Terjadinya gawat janin di sebabkan oleh induksi persalinan, infeksi pada ibu, perdarahan, insufisiensi plasenta, prolapsus tali pusat, kehamilan dan persalinan preterm dan postterm. Persalinan postterm menunjukkan bahwa kehamilan telah melampaui waktu perkiraan persalinan menurut hari pertama menstruasinya.

Ballantyne seperti dikutip Manuaba, seorang bidan Scotlandia, untuk pertama kali menyatakan bahwa janin yang terlalu lama dalam kandungan dapat membahayakan dirinya dan ibunya saat persalinan berlangsung.

Kemudian berturu-turut Clifford mengemukakan tentang sindrom postterm baby, sedangkan Mc Clure menyatakan bahwa angka kematian bayi dengan kehamilan postdate semakin meningkat Manuaba, Menurut WHO persalinan postterm adalah keadaan yang menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung sampai 42 minggu hari atau lebih, dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Naegele dengan siklus haid rata-rata 28 hari.

Faktor yang merupakan predisposisi terjadinya persalinan postterm diantaranya faktor ibu adalah karena hanya sebagian kecil ibu yang mengingat tanggal menstruasi pertamanya dengan baik dan adanya gangguan terhadap timbulnya persalinan seperti pengaruh esterogen, oksitosin dan saraf uterus. Beberapa ahli dapat menyatakan bahwa persalinan preterm akan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi.

Seringnya kesalahan dalam mendefinisikan postterm diperlukan deteksi sedini mungkin untuk menghindari kesalahan dalam menentukan usia kehamilan. Jika taksiran persalinan telah ditentukan pada trimester terakhir atau berdasarkan data yang tidak dapat diandalkan bidan harus tetap siaga pada reabilitas taksiran persalinan tersebut. Data yang terkumpul sering menunjukkan peningkatan resiko lahir mati seiring peningkatan usia kehamilan lebih dari 40 minggu.

Penyebab kematian tidak mudah dipahami dan juga tidak ada kesepakatan tentang pendekatan yang paling tepat guna mencegah kematian tersebut. Varney, Helen, Bertolak dari pernyataan diatas, maka penulis sebagai calon bidan dalam rangka mempersiapkan diri sebagai seorang bidan yang terampil dan memiliki keahlian diberikan penugasan untuk melakukan pembinaan pada seorang ibu bersalin. Melalui pembinaan tersebut penulis dapat memahami berbagai proses yang terjadi selama ibu hamil dan bersalin, sehingga dapat menerapkan asuhan kebidanan yang tepat dan aman.

Batasan Masalah Dalam penulisan kasus ini penulis membatasi masalah yaitu penerapan manajemen asuhan kebidanan pada kasus persalinan postterm. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Untuk mendapatkan pengalaman serta dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir ilmiah dalam melaksanakan manajemen asuhan kebidanan pada kasus persalinan postterm.

Tujuan Khusus 1. Dapat melaksanakan pengkajian data dengan cara wawancara, observasi dan pemeriksaan pada pada kasus persalinan postterm. Dapat menegakkan diagnosa, mengkaji masalah dan kebutuhan pada kasus persalinan postterm. Dapat mengidentifikasi masalah potensi yang mungkin terjadi pada kasus persalinan postterm. Dapat menentukan tindakan segera pada kasus persalinan postterm. Dapat membuat rencana asuhan pada kasus persalinan postterm sebagai dasar untuk melaksanakan asuhan kebidanan.

Dapat melakukan implementasi secara efektif dan efisien pada kasus persalinan postterm. Dapat mengevaluasi asuhan yang telah diberikan pada kasus persalinan postterm. Dapat melakukan pendokumentasian pada kasus persalinan postterm.

Manfaat 1. Penulisan 1. Bagi Penulis a. Menambah wawasan dan pengetahuan, serta agar penulis dapat melaksanakan manajemen asuhan kebidanan pada kasus persalinan postterm. Berperan secara profesional sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas pada klien.

Pengertian Persalinan postterm adalah persalinan melampaui umur hamil 42 minggu dan pada janin terdapat tanda postmaturitas Manuaba, Definisi standar untuk kehamilan dan persalinan lewat bulan adalah hari setelah hari pertama menstruasi terakhir, atau hari setelah ovulasi. Istilah lewat bulan postdate digunakan karena tidak menyatakan secara langsung pemahaman mengenai lama kehamilan dan maturitas janin Varney Helen, Persalinan postterm menunjukkan kehamilan berlangsung sampai 42 minggu hari atau lebih, dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Naegele dengan siklus haid rata-rata 28 hari Prawirohardjo, Pengaruh Progesteron Penurunan hormon progesteron dalam kehamilan dipercaya merupakan kejadian perubahan endokrin yang penting dalam memacu proses biomolekuler pada persalinan dan meningkatkan sensitivitas uterus terhadap oksitosin , sehingga terjadinya kehamilan dan persalinan postterm adalah karena masih berlangsungnya pengaruh progesteron.

Teori Oksitosin Pemakaian oksitosin untuk induksi persalinan pada kehamilan postterm memberi kesan atau dipercaya bahwa oksitosin secara fisiologis memegang peranan penting dalam menimbulkan persalinan dan pelepasan oksitosin dari neurohipofisis ibu hamil yang kurang pada usia kehamilan lanjut diduga sebagai salah satu faktor penyebabnya. Kortisol janin akan mempengaruhi plasenta sehingga produksi progesteron berkurang dan memperbesar sekresi estrogen, selanjutnya berpengaruh terhadap meningkatnya produksi prostaglandin.

Pada cacat bawaan janin seperti anansefalus, hipoplasia adrenal janin, dan tidak adanya kelenjar hipofisis pada janin akan menyebabkan kortisol janin tidak diproduksi dengan baik sehingga kehamilan dapat berlangsung lewat bulan. Saraf Uterus Tekanan pada ganglion servikalis dari pleksus Frankenhauser akan membangkitkan kontraksi uterus. Pada keadaan di mana tidak ada tekanan pada pleksus ini, seperti pada kelainan letak, tali pusat pendek dan bagian bawah masih tinggi kesemuanya diduga sebagai penyebabnya.

Heriditer Beberapa penulis menyatakan bahwa seseorang ibu yang mengalami kehamilan postterm mempunyai kecenderungan untuk melahirkan lewat bulan pada kehamilan berikutnya. Mogren seperti dikutip Cunningham, menyatakan bahwa bilamana seseorang ibu mengalami kehamilan postterm saat melahirkan anak perempuan, maka besar kemungkinan anak perempuannya mengalami kehamilan postterm.

Faktor resiko Beberapa faktor penyebab kehamilan lewat waktu adalah sebagai berikut: 1. Kesalahan dalam penanggalan, merupakan penyebab yang paling sering. Tidak diketahui. Primigravida dan riwayat kehamilan lewat bulan. Defisiensi sulfatase plasenta atau anensefalus, merupakan penyebab yang jarang terjadi 2. Diagnosa Tidak jarang seorang bidan mengalami kesulitan dalam menentukan diagnosis karena diagnosis ditegakkan berdasarkan umur kehamilan, bukan terhadap kondisi kehamilan.

Diagnosis dapat ditentukan melalui Prawirohardjo, : a. Untuk riwayat haid yang dapat dipercaya, diperlukan beberapa kriteria antara lain: 1. Penderita harus yakin betul dengan HPHT-nya 2. Siklus 28 hari dan teratur 3. Tidak minum pil antihamil setidaknya 3 bulan terakhir Selanjutnya diagnosis ditentukan dengan menghitung menurut rumus Naegele.

Riwayat Pemerikasaan Antenatal 1 Tes Kehamilan pasien melakukan tes imunologik sesudah terlambat 2 minggu, maka dapat diperkirakan kehamilan memang telah berlangsung 6 minggu.

Pada primigravida dirasakan sekitar umur kehamilan 18 minggu, sedangkan pada multigravida pada 16 minggu. Petunjuk umum untuk menentukan persalinan adalah quickening ditambah 22 minggu pada primigravida atau ditambah 24 minggu pada multigravida. Kehamilan dapat dinyatakan sebagai kehamilan postterm bila didapat 3 atau lebih dari 4 kriteria hasil pemeriksaan sebagai berikut: 1 Telah lewat 36 minggu sejak tes kehamilan positif. Lebih dari 20 minggu, tinggi fundus uteri dapat menentukan umur kehamilan secara kasar 5 Pemeriksaan Ultrasonografi USG Bila telah dilakukan pemeriksaan ultrasonografi serial terutama sejak trimester pertama,hamper dapat dipastikan usia kehamilan.

Gambaran epifiisis femur bagian distal paling dini dapat dilihat pada kehamilan 32 minggu, epifisis tibia proksimal terlihat setelah umur kehamilan 36 minggu dan epifisis kuboid pada kehamilan 40 minggu. Aktifitas ini meningkat dengan bertambahnya umur kehamilan.

Bila didapatkan ATCA antara detik menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung lewat waktu. Komplikasi Kemungkinan komplikasi pada persalinan postterm adalah: a. Terhadap Ibu Persalinan postterm dapat menyebabkan distosis karena aksi uterus tidak terkoordinir, janin besar, moulding kepala kurang.

Maka akan sering dijumpai seperti partus lama, kesalahan letak, inersia uteri, distosia bahu, robekan luas jalan lahir, dan perdarahan postpartum. Hal ini akan menaikkan angka mordibitas dan mortalitas Prawirohardjo, Tanda Bayi Postmatur Tanda postmatur dapat di bagi dalam 3 stadium Prawirohardjo, : a. Stadium I Kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering, rapuh dan mudah mengelupas. Stadium II Gejala diatas disertai pewarnaan mekonium kehijauan pada kulit.

Stadium III Terdapat pewarnaan kekuningan pada kuku, kulit dan tali pusat. Menurut Manuaba , tanda bayi postmatur adalah: a. Tulang dan sutura kepala lebih keras dari bayi matur. Rambut lanugo hilang atau sangat kurang. Verniks kaseosa di badan berkurang. Kuku-kuku panjang. Rambut kepala agak tebal. Kulit agak pucat dengan deskuamasi epitel.

3RT1017 1AK61 PDF

KEHAMILAN SEROTINUS PDF

Mirisar Air ketuban normal pada kehamilan minggu adalah 1. UKUrang diamter biparetal, gerakan janin dan jumlah air ketuban. Atau dapt dibagi dalam 3 stadium: Latar Belakang Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melampui usia hari 42 minggu dengan segala kemungkinan komplikasinya. Teknik Pertolongan Persalinan Teknik pertolongan persalinan pada kehamilan lewat waktu adalah dengan induksi oksitosin atau seksio sesaria.

THE PHILOSOPHY OF AS IF HANS VAIHINGER PDF

Akinolkis Stadium 1 Kulit menunjukkan kehilangan verniks kaseosa dan maserasi berupa kulit kering rapuh dan mudah mengelupas. Gerakan janin Secara subyektif normal rata-rata 7 x 20 menit. Maka sel-sel yang mengandung lemak akan berwarna jingga alba. Kehamilan diatas 36 minggu. Masalah yang dihadapi pada kehamilan lewat waktu Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melampaui usia hari 42 minggu dengan segala kemungkinan komplikasinya. Hanya suntikan pitoltrin 0. Penyebab terjadinya kehamilan lewat waktu adalah adanya ketidakpastian mengetahui tanggal haid terakhir, terdapat kelainan kongenital anensefalus, atau terdapat hipoplasia kelenjar adrenal.

VIEBROCKHAUS PREISLISTE PDF

Pendahuluan Kehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau hari dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan aterm adalah usia kandungan antara minggu dan ini merupakan periode terjadinya persalinan normal. Angka ini bervariasi dari bebearpa penelitian bergantung pada kriteria yang dipakai. Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang melewati hari atau 42 minggu lengkap dihitung dari hari pertama haid terakhir menurut rumus Neagle dengan siklus haid rata-rata 28 hari dan belum terjadi persalinan.

HALAKU KHAN PDF

.

Related Articles