ASKEP TETANUS NEONATORUM PDF

Tetanus berasal dari kata tetanos Yunani yang berarti peregangan. Tetanus Neonatorum : Penyakit tetanus pada bayi baru lahir dengan tanda klinik yang khas, setelah 2 hari pertama bayi hidup, menangis dan menyusu secara normal, pada hari ketiga atau lebih timbul kekakuan seluruh tubuh yang ditandai dengan kesulitan membuka mulut dan menetek, disusul dengan kejang—kejang WHO, Kejang yang sering di jumpai pada BBL, yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan oleh infeksi selama masa neonatal, yang antara lain terjadi sebagai akibat pemotongan tali pusat atau perawatannya yang tidak bersih Ngastijah, Kuman tersebut terdapat ditanah, saluran pencernaan manusia dan hewan. Kuman clostridium tetani membuat spora yang tahan lama dan menghasilkan 2 toksin utama yaitu tetanospasmin dan tetanolysin. Dalam jaringan yang anaerobic ini terdapat penurunan potensial oksidasi reduksi jaringan dan turunnya tekanan oxigen jaringan akibat adanya nanah, nekrosis jaringan, garam kalsium yang dapat diionisasi.

Author:Malalabar JoJoshicage
Country:Jamaica
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):12 November 2010
Pages:456
PDF File Size:20.13 Mb
ePub File Size:5.81 Mb
ISBN:969-4-98040-291-3
Downloads:51206
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gosar



Latar Belakang Tetanus Neonatorum merupakan tetanus yang terjadi pada bayi yang dapat disebabkan adanya infeksi melalui tali pusat yang tidak bersih.

Terdapat hubungan terbalik antara lamanya masa inkubasi dengan beratnya penyakit. Bila interval antara gejala pertama dengan timbulnya kejang cepat, prognosis lebih buruk. Sehubungan dengan hal tersebut diatas serta melihat peran dan fungsi perawat sangatlah penting dalam hal memperbaiki derajat kesehatan khususnya masalah Tetanus Neonatorum pada anak.

Dalam hal pelaksanaan Asuhan Keperawatan meliputi aspek promotif memberikan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan status kesehatan , preventif pencegahan , kuratif memberikan obat-obatan untuk mengobati penyebab dasar , rehabilitatif dokter, perawat dan peran serta keluarga dalam perawatan pasien.

Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan Tetanus Neonatorum. Akademi Keperawatan Harum Jakarta 1 2. Ruang Lingkup Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan disesuaikan dengan yang ada serta penyusun, maka dalam hal ini penyusun membatasi lingkup bahasannya pada Asuhan Keperawatan Anak Dengan Tetanus Neonatorum. Metode penulisan Metode dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus dengan tujuan mendapatkan gambaran secara tepat tentang Asuhan Keperawatan Anak Dengan Tetanus Neonatorum untuk memperoleh data, penyusun menggunakan metode kepustakaan dengan mempelajari buku-buku referensi yang terkait dengan Asuhan Keperawatan Anak dengan Tetanus Neonatorum.

Sistematika penulisan Adapun sistematika penulisan dalam makalah ini adalah terdiri dari 3 BAB,yaitu : BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, ruang lingkup, metode penulisan dan sistematika penulisan. Definisi Tetanus Neonatorum Tetanus Neonatorum adalah penyakit tetanus pada bayi baru lahir dengan tanda klinik yang khas, setelah 2 hari pertama bayi baru hidup, menangis dan menyusu secara normal, Akademi Keperawatan Harum Jakarta 2 pada hari ketiga atau lebih timbul kekakuan seluruh tubuh dengan kesulitan membuka mulut dan menetek di susul dengan kejang-kejang WHO, Tetanus Neonatorum merupakan tetanus yang terjadi pada bayi yang dapat disebabkan adanya infeksi melalui tali pusat yang tidak bersih.

Masih merupakan masalah di indonesia dan di negara berkembang lain, meskipun beberapa tahun terakhir kasusnya sudah jarang di indonesia. Penyebab kematian terutama akibat komplikasi antara lain radang paru dan sepsis, makin muda umur bayi saat timbul gejala, makin tinggi pula angka kematian. Maryunani, 2. Etiologi Penyakit ini disebabkan oleh karena clostridium tetani yang bersifat anaerob dimana kuman tersebut berkembang tanpa adanya oksigen. Tetanus pada bayi ini dapat disebabkan karena tindakan pemotongan tali pusat yang kurang steril, untuk penyakit ini masa inkubasinya antara 5 — 14 hari Hidayat, 3.

Patofisiologi Virus yang masuk dan berada dalam lingkungan anaerobit berubah menjadi bentuk vegetatif dan berbiak sambil menghasilkan toksin dalam jaringan yang anaerobit ini terdapat penurunan potensial oksidasi reduksi jaringan dan turunnya tekanan oksigen jaringan akibat adanya pus, nekrosis jaringan, garam kalsium yang dapat diionisasi. Secara intra aksonal toksin disalurkan ke sel syaraf yang memakan waktu sesuai dengan panjang aksonnya dan aktifitas serabutnya.

Belum terdapat perubahan elektrik dan fungsi sel syaraf walaupun toksin telah terkumpul dalam sel. Dalam sum-sum tulang belakang toksin menjalar dari sel syaraf lower motorneuron keluksinafs dari spinal inhibitorineurin. Pada daerah inilah toksin menimbulkan gangguan pada inhibitoritransmiter dan menimbulkan kekakuan.

Aang, 4. Manifestasi klinis Tanda dan gejalanya meliputi : a. Kejang sampai pada otot pernafasan b. Leher kaku c. Dinding abdomen keras Akademi Keperawatan Harum Jakarta 3 d. Mulut mencucu seperti mulut ikan. Suhu tubuh dapat meningkat. Deslidel, 5. Komplikasi a. Bronkopneumonia b. Asfiksia akibat obstruksi sekret pada saluran pernafasan c. Sepsis neonatorum.

Pemeriksaan Penunjang a. Teddi, 7. Penatalaksanaan dan Pengobatan Tetanus Neonatorum Penatalaksanaan tetanus neonatorum adalah perawatan tali pusat dengan alat — alat yang steril. Deslidel, Pengobatan tetanus ditujukan pada : a. Netralisasi tosin yang masih ada di dalam darah sebelum kontak dengan sistem saraf, dengan serum antitetanus ATS teraupetik b. Membersihkan luka tempat masuknya kuman untuk menghentikan produksi toksin c. Pemberian antibiotika penisilin atau tetrasiklin untuk membunuh kuman penyebab d.

Pemberian nutrisi, cairan dan kalori sesuai kebutuhan e. Merawat penderita ditempat yang tenang dan tidak terlalu terang f. Mengurangi serangan dengan memberikan obat pelemas otot dan sesedikit mungkin manipulasi pada penderita. Maryunani , 8. Pencegahan a. Imunisasi aktif Vaksinasi dasar dalam bentuk toksoid diberikan bersama vaksin pertusis dan difteri vaksin DPT. Tetanus toksoid TT selanjunya diberikan 10 tahun kecuali bila mengalami luka yang beresiko terinfeksi, diberikan toksoid bila suntikan terakhir sudah lebih dari 5 tahun sebelumnya atau bila belum pernah vaksinasi.

Pada luka yang sangat parah, suntikan toksoid diberikan bila vaksinasi terakhir sudah lebih dari 1 tahun. Untuk mencegah tetanus neonatorum, diberikan TT pada semua wanita usia subur atau wanita hamil trimester III, selain memberikan penyuluhan dan bimbingan Akademi Keperawatan Harum Jakarta 4 pada dukun beranak agar memotong dan merawat tali pusat bayi dengan cara semestinya. Dapat terjadi pembengkakan dan rasa sakit pada tempat suntikan sesudah pemberian vaksin TT.

Maryunani, b. Imunisasi pasif Diberikan serum anti tetanus ATS Profilaksis pada penderita luka yang beresiko terjadi infeksi tetanus, bersama — sama dengan TT. Maryunani, B. Asuhan Keperawatan pada Bayi dengan Tetanus Neonatorum 1. Pengkajian keperawatan 1 Pengkajian 2 Riwayat kehamilan prenatal. Ditanyakan apakah ibu sudah diimunisasi TT 3 Riwayat natal ditanyakan. Alat pemotong tali pusat, tempat persalinan. Ditanyakan cara perawatan tali pusat, mulai kapan bayi tidak dapat menetek incubation period.

Berapa lama selang waktu antara gejala tidak dapat menetek dengan gejala kejang yang pertama period of onset. Pada awal bayi baru lahir biasanya belum ditemukan gejala dari tetanus, bayi normal dan bisa menetek dalam 3 hari pertama.

Risus sardonikus dan kekakuan otot ekstrimitas. Tanda-tanda infeksi tali pusat kotor. Hipoksia dan sianosis. Pada anak keluhan dimulai dengan kaku otot lokal disusul dengan kesukaran untuk membuka mulut trismus.

Pada wajah : Risus Sardonikus ekspresi muka yang khas akibat kekakuan otot- otot mimik, dahi mengkerut, alis terangkat, mata agak menyipit, sudut mulut keluar dan ke bawah. Opisthotonus tubuh yang kaku akibat kekakuan otot leher, otot punggung, otot pinggang, semua trunk muscle. Akademi Keperawatan Harum Jakarta 5 Pada perut : otot dinding perut seperti papan.

Kejang umum, mula-mula terjadi setelah dirangsang lambat laun anak jatuh dalam status konvulsius. Pada daerah ekstrimitas apakah ada luka tusuk, luka dengan nanah, atau gigitan binatang 8 Tata laksana pasien tetanus Umum a.

Mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi. Pemberian cairan secara i. Menjaga saluran nafas tetap bebas, pada kasus yang berat perlu tracheostomy. Memeriksa tambahan oksigen secara nasal atau sungkup. Diagnosa Keperawatan a. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. Gangguan perfusi jaringan b.

Ketidakefektifan jalan nafas b. Koping keluarga tidak efektif b. Gangguan komunikasi verbal b. Risti gangguan pertukaran gas b. Risti injuri b. Intervensi Keperawatan a. Peningkatan kebutuhan kalori yang tinggi, intake yang tidak adekuat.

Tujuan : nutrisi dan cairan dapat dipertahankan sesuai dengan berat badan dan pertumbuhan normal. Kriteria hasil : a. Tidak terjadi dehidrasi b. Tidak terjadi penurunan BB c. Hasil lab. Catat intake dan output secara akurat.

Berikan makan minum personde tepat waktu. Berikan perawatan kebersihan mulut. Gunakan aliran oksigen untuk menurunkan distress nafas. Berikan formula yang mengandung kalori tinggi dan protein tinggi dan sesuaikan dengan kebutuhan. Ajarkan dan awasi penggunaan makanan sehari-hari. Tegakkan diet yang ditentukan dalam bekerja sama dengan ahli gizi. Tidak terjadi aspirasi b. Bunyi napas terdengar bersih c. Rongga mulut bebas dari sumbatan Intervensi : 1.

KOVIK BAZONGAS PDF

Askep Tetanus Neonatorum (TN)

Menurut Foster, serta Sub Dinas PPM Propinsi Jawa Timur, terdapat 5 faktor resiko pokok tetanus neonatorum yaitu : a faktor resiko pencemaran lingkungan fisik dan biologik, b faktor cara pemotongan tali pusat, c faktor cara perawatan tali pusat, d faktor kebersihan pelayanan persalinan dan e faktor kekebalan ibu hamil. Faktor Risiko Pencemaran Lingkungan Fisik dan Biologik Merupakan faktor yang menentukan kepadatan kuman dan tingginya tingkat pencemaran spora di lingkungannya. Risiko akan hilang bila lahan pertanian dan peternakan diubah penggunaannya. Faktor Cara Pemotongan Tali Pusat Penggunaan sembilu, pisau cukur atau silet untuk memotong tali pusat tergantung pada pengertian masyarakat akan sterilitas.

EL ENEAGRAMA CLAUDIO NARANJO PDF

Tetanus Neonatorum

Latar Belakang Tetanus Neonatorum merupakan tetanus yang terjadi pada bayi yang dapat disebabkan adanya infeksi melalui tali pusat yang tidak bersih. Terdapat hubungan terbalik antara lamanya masa inkubasi dengan beratnya penyakit. Bila interval antara gejala pertama dengan timbulnya kejang cepat, prognosis lebih buruk. Sehubungan dengan hal tersebut diatas serta melihat peran dan fungsi perawat sangatlah penting dalam hal memperbaiki derajat kesehatan khususnya masalah Tetanus Neonatorum pada anak.

Related Articles